Minggu, 30 Januari 2011

SARINAH PERCANTIK DIRI VIA EKSPANSI



            Sekitar setengah abad lalu, Sarinah merupakan salah satu dari sekian proyek prestisius yang dikembangkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, bersama dengan pendirian stasiun radio dan televise nasional. Sempat dikecam sebagai proyek ‘pamer’, Bung Karno saat itu tetap bergeming melanjutkan pembangunan department store pertama, yang ditujukan untuk pusat promosi penjualan barang-barang produksi dalam negeri. Begitulah cerita awal pendirian PT Sarinah, perusahaan pelat merah yang akhirnya berkembang dengan core bussines tak hanya di sektor ritel, tapi juga perhotelan dan trading. Nama Sarinah sempat kesohor sebagai department store besar di jalan protocol MH Thamrin, Jakarta. Jika bicara department store, maka nama Sarinah yang pertama disebut.
            Belakangan, dengan makin berkembangnya industri ritel di dalam negeri, nama Sarinah pun tenggelam. Malah jika menyebut nama Sarinah, ia justru identik dengan sebuah restoran cepat saji asal Amerika. Baru – baru ini, sebuah rencana progresif muncul dari kantor pusat PT Sarinah, tepatnya dari lantai 10. “Sarinah telah menyusun roadmap pengembangan usaha untuk lima tahun ke depan sejak 2009,” ujar Jimmy M. Rifai Gani, sang Direktur Utama. Roadmap ini, kata Jimmy akan disusun untuk membawa Sarinah menjadi aset nasional yang dikenal di mata dunia dengan mengedepankan budaya Indonesia. Sarinah kelak akan menjadi “The Showcase of Indonesia”.
            Dari Road Map tersebut, Jimmy memaparkan sejumlah ekspansi yang akan menjadi loncatan buat Sarinah menjadi BUMN besar. Di sektor property, setelah memiliki 50% saham Hotel Sari Pan Pacific di Jl MH Thamrin, Jakarta, perusahaan menyasar lokasi lahan milik perseroan seluas 2.000m2 di Braga, Bandung, untuk mengembangkan hotel. Untuk pembangunan hotel yang membutuhkan dana antara Rp 60 miliar – 100 miliar ini, perusahaan siap menggandeng mitra strategis.
Masih di sektor property, Sarinah juga tengah menjajaki kerja sama dengan PT Pertamina untuk memanfaatkan sejumlah bangunan milik perusahaan minyak itu yang idle di sejumlah kota. Saat ini, kata Jimmy, sudah dibicarakan soal pemanfaatan dua property Pertamina di Bandung, Balikpapan, dan Yogyakarta. “Kita akan merubahnya dari office menjadi kawasan komersil, atau mungkin hotel,” kata Jimmy.
            Sementara itu di sektor ritel, Sarinah berencana memperkuat bisnis ritel di speciallity store, dan akan mengurangi department store. Jimmy mengakui Sarinah tak bisa bertempur melawan pemain ritel modern saat ini. Untuk itu, speciallity store dengan konten jualan berupa handy craft, makanan, dan batik akan menjadi kekuatan ritel Sarinah di masa depan .
            Untuk itu perusahaan ritel berencana membuka satu speciallity store dengan luas sekitar 500m2 di selatan Jakarta. Perusahaan juga berencana membuka sejumlah outlet di Bandara Soekarno – Hatta, lalu dua outlet di Bali yang salah satu di antaranya di Bandara Ngurah Rai. Outlet baru ini akan memperkuat dua outlet yang sudah ada di Semarang dan Batam. Sarinah Dept Store di Jl MH Thamrin pun akan ditata kembali. Sepertiga outlet eks Tony Jack akan diambil alih Sarinah untuk dijadikan outlet yang mengarah ke Jl MH Thamrin. “Selama ini kan kami tidak punya outlet yang mengarah ke jalan,” papar Jimmy.
            Di luar dua sektor bisnis tadi, Sarinah juga akan menyiapkan gebrakan besar di sektor trading. Jika selama ini 40% revenue dari sektor trading diperoleh dari importasi minumen alcohol (minol), ke depan Sarinah akan mengurangi porsi importansi minol menjadi 20%, hingga menjadi sekitar 12% - 15%. Penurunan ini sejalan dengan dibukanya keran importansi kepada pihak swasta, sehingga Sarinah kini bukan 100% lagi pemasok minol untuk domestik.
            Untuk menggantikan revenue yang hilang tadi, Sarinah akan aktif melakukan trading ekspor sejumlah komoditas, seperti karet dan CPO, serta coklat. Bahkan untuk komoditas coklat, perusahaan tengah mengkaji kemungkinan mengakuisisi sebuah pabrik coklat di Sulawesi Tenggara, untuk menopang rencana bisnisnya.
            Sebelumnya diberitakan bahwa Sarinah sudah menyiapkan Rp 60 miliar untuk itu membangun pabrik coklat. Awal Mei lalu, Sarinah juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah petani di lima desa di Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan pasokan biji kakao, yang sanggup menyediakan pasokan hingga 5.000 ton per tahun.
            Ketika dikonfirmasi kembali soal rencana akuisisi tadi, Jimmy mengutarakan bahwa pihaknya masih harus mengkaji kemampuan pabrik tersebut dalam membayar kewajiban yang saat ini masih mandek. Sarinah juga tengah menjajaki kemugkinan bank kreditor mau merenegosiasi pembayaran utang pabrik tersebut.
            “Masih butuh waktu kok. Tapi jika memang memadai kita akan masuk, jika tidak tentu akan kita tunda dulu,” papar Jimmy. Lagi pula, sebagai BUMN Sarinah juga tidak bisa grasa – grusu untuk akuisisi, “Kita kan juga harus izin dengan komisaris, jika izin didapat kita ajukan ke pemegang saham,” imbuhnya.
            Dari mana Sarinah akan membiayai sejumlah ekspansi tadi? Dituturkan Jimmy, sebagian akan didapat dari utang perbankan. Ia menyebut Bank Bukopin dan Bank Mandiri telah siap mengucurkan pinjaman, begitu juga dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor yang sudah komit untuk mendukung Sarinah terjun lebih dalam di bisnis kakao.
            Mengenai rencana ekspansi besar – besaran Sarinah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar sempat menyatakan dukungannya. Ia juga mengharapka Sarinah lebih gencar mempromosikan produk – produk Indonesia sehingga Sarinah menjadi jendela promosi Indonesia.
            Ia menyebutkan, sejak manajemen baru Sarinah ditunjuk tahun lalu, telah terjadi peningkatan kinerja yang terlihat dari pendapatan pada kuartal pertama 2010 yang naik hingga 90% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rabu, 29 Desember 2010

KIAT SUKSES BISNIS ONLINE


Mungkin anda sering mendengar atau bahkan sering mengunjungi situs ebay, situs jual beli yang terkenal dan laku dipergunakan oleh masyarakat di dunia. Pada umumnya kegiatan bisnis identik dilakukan di kehidupan nyata, namun terjadinya perkembangan teknologi saat ini, kegiatan bisnis tidak hanya dilakukan dalam kegiatan offline, namun bisa dilakukan dengan online. Apa itu bisnis online? Pertanyaan ini mungkin sering kita dengar dari orang – orang yang belum memahami apa itu bisnis online. Bisnis online adalah kegiatan bisnis yang dilakukan oleh seseorang atau bahkan perusahaan dengan cara online / internet. Kegiatan bisnis online pun kini memiliki prospek yang bisa dibilang sangat sukses dan luas, bagaimana tidak bisnis online juga memiliki keuntungan yang sangat besar yang tentu saja sangat diinginkan oleh seseorang atau perusahaan tertentu.
            Saat ini, di Indonesia seiring dengan banyaknya jumlah penduduk menjadikan Indonesia menjadi pangsa pasar yang cukup diperhitungkan di dunia. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengunjung dari Indonesia untuk situs website yang sering dikunjungi, seperti Twitter, Facebook, Google, KasKus, eBay, Amazon,  dll.
            Adapun kegiatan bisnis online memiliki keuntungan yang sama dengan kegiatan bisnis yang umumnya dilakukan dalam keadaan offline. Berikut keuntungan yang diperoleh dari kegiatan bisnis, antara lain:
1.      Biaya operasional lebih hemat ketimbang bisnis offline
Ø  Bisnis online dapat dikerjakan dimanapun anda berada tanpa mengeluarkan biaya yang lebih seperti kegiatan bisnis offline.
2.      Jangkauan pasar yang sangat luas
Ø  Penggunaan fitur internet dapat membantu ekspansi pemasaran produk yang anda tawarkan kepada konsumen, sehingga anda dapat menjangkau daerah – daerah atau negara lain.
3.      Waktu kerja yang unlimited
Ø  Dalam kegiatan bisnis online, sistem lah yang bekerja untuk transaksi. Pengusaha hanya memberikan follow up yang diminta dari konsumen.
4.      Tidak memerlukan jumlah karyawan yang banyak

5.      Modal yang diperlukan tidak terlalu besar
Ø  Modal yang dibutuhkan hanya koneksi jaringan internet dan fasilitas komputer yang memadai.
Adapun kekurangan yang diperoleh ketika anda melakukan kegiatan bisnis online:
1.      Gangguan koneksi jaringan internet kadang membuat transaksi jual – beli menjadi terhambat
2.      Kesulitan membangun kepercayaan dengan costumer.
3.      Banyaknya pilihan yang ditawarkan dapat membingungkan konsumen.
Berikut ini adalah contoh bisnis online yang sedang berkembang saat ini mungkin bisa anda laksanakan, atau bahkan anda dapat membuat bisnis sendiri sesuai dengan inovasi yang anda miliki. Berikut contoh bisnis online:
-          Contoh Bisnis Online PTC
Ø  Maksudnya dari bisnis ini adalah kita mendaftar pada beberapa perusahaan yang menawarkan program PTC. Mereka akan membayar setiap kita mengeklik iklan dari pengiklan dan dibayar per klik sesuai namanya dan dibatasi jatah per harinya. Biasanya tipe perusahaan seperti ini hanya menawarkan sekitar 1 atau 2 cent per klik.
-          Contoh Bisnis Online Paid Surveys
Ø  Kita mendaftar pada beberapa perusahaan yang menawarkan program paid surveys. Mereka akan memberikan jatah survey pada member dan akan dibayar setiap kita menyelesaikan setiap survey tersebut dan dibatasi jatah survey per bulannya. Biasanya tipe perusahaan seperti ini menawarkan setiap survey yang telah dilengkapi akan dibayar sekitar 5-25 cent. Apabila anda menemukan tawaran-tawaran yang terlalu menggiurkan, seperti setiap surveynya akan dibayar 1 dollar atau bahkan 10 dollar, 100% situs tersebut adalah scam/penipu.
-          Contoh Bisnis Online Data Entri
Ø  Pada contoh bisnis ini, hukum bisnis yang diatas tidak berlaku. Maksudnya perusahaan tidak membatasi jatah data yang bisa dimasukkan oleh membernya. Akan tetapi, kita tidak bisa mendapatkan data tersebut begitu saja, karena ada proses marketing di contoh bisnis seperti ini. Jadi kita harus mencari data tersebut, seperti email pelanggan sendiri, lalu akan ada proses pemasukan data. Bayaran pada contoh bisnis ini lumayan bagus, bisa mencapai 5 dollar per data yang dimasukkan.
-          Contoh Bisnis Online Affiliate Marketing
Ø  Bisnis affiliate marketing adalah salah satu dari sekian banyak tipe bisnis di internet marketing. Kita bisa mendaftar pada perusahaan-perusahaan yang menawarkan program affiliasi. Bisnis ini tiap tahunnya meraup lebih dari 10 juta dollar. Jadi tipe bisnis ini sangat menguntungkan dan menggiurkan. Setelah kita mendaftar pada perusahaan tertentu lalu kita bisa menawarkan produknya dan akan ada pembagian keuntungan antar penjual dan pemilik produk. Di dunia affiliate marketing terdapat beberapa jaringan affiliate yang populer, seperti Clickbank, Commission Junction, Amazon, eBay dll. Begitu banyak produk yang bisa dipasarkan, mulai dari barang fisik hingga digital. Pada umumnya semua merchant besar selalu memberikan pembayaran dengan jadwal yang teratur.
Bisnis online kadang mempunyai resiko yang sama dengan bisnis offline. Resiko kegagalan kadang menjadi hal yang menakutkan bagi seseorang ketika pertama kali melaksanakan kegiatan usaha. Akan tetapi, janganlah risau untuk melaksanakan kegiatan bisnis dengan memperhatikan  atau bahkan mungkin melaksanakan kiat – kiat sukses yang sering diberikan oleh pakar bisnis ataupun pengusaha yang telah sukses terlebih dahulu. Berikut ini kiat sukses untuk meningkatkan kinerja bisnis online anda:
1.      Perlihatkan kepada calon customer bahwa anda begitu antusias terhadap produk dan bisnis anda. Jika anda antusias, maka mereka pun akan antusias, karena antusias itu bersifat menular.
2.      Akhiri E-mail penjualan anda dengan kata-kata close yang mantap.
Seperti bonus tambahan, harga diskon, pengingat praktis, dan deadline order
, dsb.
3.      Tenteramkan customer anda yang melakukan komplain. Berikan jaminan refund dari uang mereka, atau berikan mereka diskon, berikan mereka bonus, berikan mereka solusinya atas masalah tsb, dsb.
4.      Buat sedemikian rupa agar customer anda merasa tertarik terhadap bisnis anda, sehingga mereka akan menceritakan hal itu kepada rekan-rekan bisnis yang lain.
5.      Tumbuhkan keyakinan ekstra pada prospek anda sehingga mereka kelak akan membeli dari anda. Gunakan referensi yang baik dari orang-orang yang telah menjadi customer anda, sehingga mereka bisa melihat siapa saja yang telah menjadi customer anda, berikan juga jaminan atau garansi kepada mereka, dan sebagainya.
6.      Buat pada situs web anda opt-in list sehingga pengunjung situs anda dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan e-books, software, atau sesuatu yang gratis yang dapat ditukar dengan alamat e-mail mereka, karena secara psikologi mereka lebih suka mendapat sesuatu
yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya
.
7.      Jangan lupa prinsip aturan 80-20, artinya 80% dari isi situs anda harus berisi informasi atau hal-hal yang disukai secara umum bagi para pengunjung sedangkan sisanya 20 % atau kurang berisi profil perusahaan anda serta produk atau jasa yang anda pasarkan.
8.      Upayakan apabila customer anda membeli sesuatu dari anda, mereka mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan hal itu bisa dalam bentuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan secara online.
9.      Tulis sebuah artikel ke sebuah penerbit dari suatu newsletter online, Dan hendaklah hal itu dalam bentuk artikel yang bersifat informasi jangan bersifat iklan.
10.  Perlihatkan kepada prospek anda bahwa anda adalah seorang yang pakar di bidangnya, karena hal tsb dapat meyakinkan mereka. Anda dapat menerbitkan sebuah artikel, menulis sebuah ebook, dan sejenisnya.

Minggu, 21 November 2010

Tugas Pengantar Bisnis "Franchise"

FRANCHISE

·      DEFINISI FRANCHISE

Waralaba atau Franchise, sering sekali kita dengar dan lihat dalam realita kehidupan yang ada di masyarakat Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Mcdonald, KFC, A&W, Burger King, Alfamart, Indomart, Primagama, EF, Multiplus, Veneta Printing, dll, Brand tersebut bisa dibilang sebagian franchise yang terkenal di masyarakat Indonesia. Dalam hakekatnya, franchise adalah konsep pemasaran yang bertujuan mengembangkan usaha anda secara luas dan cepat. Namun, franchise bukan dibilang suatu alternative semata melainkan salah satu strategi pemasaran yang sama kuat dengan sistem pemasaran konvensional.
Pengertian franchise sendiri di setiap negara tidak lah sama, namun bukan berarti berbeda bukan memiliki tujuan yang sama. Di Amerika, menurut  International Franchise Association (IFA), franchise adalah sebuah hubungan kontraktual antara Franchisor (Pemberi waralaba) dengan Franchisee (Penerima waralaba) yang dimana Franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh Franchisee misalnya melalu pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (Franchisor), dan juga Franchisee menanamkan investasinya tersebut dari sumber dana sendiri. Di Indonesia melalui Asosiasi Franchise Indonesia, Franchise adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (Franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. menurut British Franchise Association sebagai garansi lisensi kontraktual oleh satu orang (franchisor) ke pihak lain (franchisee) dengan:
1.      Mengijinkan atau meminta franchisee menjalankan usaha dalam periode tertentu pada bisnis yang menggunakan merek yang dimiliki oleh franchisor.
2.      Mengharuskan franchisor untuk melatih kontrol secara kontinyu selama periode perjanjian.
3.      Mengharuskan franchisor untuk menyediakan asistensi terhadap franchisee pada subjek bisnis yang dijalankan—di dalam hubungan terhadap organisasi usaha franchisee seperti training terhadap staf, merchandising, manajemen atau yang lainnya.
4.      Meminta kepada franchise secara periodik selama masa kerjasama waralaba untuk membayarkan sejumlah fee franchisee atau royalti untuk produk atau service yang disediakan oleh franchisor kepada franchisee.

Para Pakar Ahli pun memiliki definisi terhadap franchise, menurut Campbell Black dalam bukunya Black’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut. David J.Kaufmann  juga memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.

·      SEJARAH FRANCHISE

Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry di tahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer. Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.


·      KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN FRANCHISE

Dalam menjalankan usaha franchise untuk memperluas jaringan pemasaran dari produk anda, pasti anda akan mengalami pasang surut dalam melakukan usaha tersebut. Namun, sebelum kita memulai usaha dengan Franchise, kita harus pintar menganalisa apakah bisnis tersebut untung / rugi. Calon franchisee harus detail memutuskan pantas atau tidaknya usaha tersebut, adapun pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai usaha franchise, antara lain:
1.      Apakah usahanya sudah proven/menguntungkan? Berapa lama usianya? Hal ini sangat penting pasalnya ada beberapa business opportunity yang baru berusia seumur jagung sudah mulai mengembangkan peluang usaha dengan mengatasnamakan franchise.
2.      Anda sebaiknya melihat prospek bisnisnya dalam jangka panjang serta melihat dari analisa bisnis yang dipaparkan. Pastikan bisnis yang akan Anda ambil bukan bisnis musiman artinya usaha tersebut terus bisa bertahan dan bertumbuh di masa mendatang.
3.      Tanyakan berbagai keunggulan dan keunikan dari franchise tersebut. Hal ini penting untuk mengantisipasi adanya persaingan dengan bisnis sejenis.
4.      Anda juga bisa mendatangi langsung kantor pusatnya untuk memastikan apakah franchise/BO tersebut bisa dipercaya atau tidak. Hal ini sangat penting berkaitan dengan kesiapan franchisor apakah mereka siap berkomitmen untuk mensupport bisnis franchisenya dalam jangka panjang. Selain itu tentu Anda bisa lihat bagaimana organisasi franchisenya, system, SDM, Fasilitas, dll.
5.      Sebaiknya Anda luangkan waktu untuk mendatangi prototype outlet franchisor tersebut, untuk mengenal bisnis tersebut lebih dalam baik dari sisi customer services, produk, melihat jumlah pengunjung, lokasi usaha atau display produk, dll.
6.      Lakukan investigasi kepada franchisee/mitra yang sudah berjalan. “Tongkrongin” outlet yang ada untuk melihat dan memprediksi tingkat penjualan outlet tersebut. Apakah sesuai proyeksi keuangan yang disampaikan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Bahkan ada kejadian calon franchisee sampai meminta melihat penjualannya dari “cash register” (jika diperbolehkan).
7.      Cari tahu juga karakter owner dari franchise tersebut untuk memastikan komitmen mereka di dalam menjalankan bisnis franchise dalam jangka waktu yang panjang.
Sistem franchise ini juga memiliki keuntungan dan kerugian dalam operasi usahanya, yaitu:
Keuntungan Sistem Franchise:
·      Percepatan perluasan usaha, dengan modal relatif rendah
·      Efisiensi dalam meraih target pasar melalui promosi bersama
·      Terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi
·      Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee (slim organization)
·      Pemilik outlet bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembalian investasi dan keuntungan usaha.
Kerugian usaha Franchise:
·      Kewenangan outlet di tangan Franchisee (kalau terlalu banyak ide merepotkan Franchisor)
·      Perlu perubahan paradigma (paradigm shift) atas materi yang dijual
·      Untuk membentuk sistem yang baku, perlu adanya proses yang lebih birokratis

 

DAFTAR PUSTAKA