Minggu, 24 Oktober 2010

TUGAS PENGANTAR BISNIS







PELUANG BISNIS DAN ETIKA DALAM AKTIVITAS BISNIS





DISUSUN OLEH:

AULIA AKBAR
1EB11
21210220


UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2010
KATA PENGANTAR


            Dengan mengucap puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas berkat dan karuniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas softskill mata kuliah pengantar bisnis berupa makalah dengan judul “PELUANG BISNIS DAN ETIKA DALAM AKTIVITAS BISNIS”
            Dalam penulisan makalah ini, saya menyadari bahwa terdapat bermacam – macam kekurangan, namun dengan adanya semangat dan dorongan makalah ini dapat diselesaikan. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:
-          Ibu Wuri P. , selaku dosen mata kuliah pengantar bisnis
-          Orang tua, yang telah memberikan semangat morill maupun materill
-          Seluruh teman – teman yang telah memberikan dukungan, baik berupa informasi dsb.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk dapat dipelajari oleh khalayak orang banyak. Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.



DEPOK, OKTOBER 2010

                                                                                    PENULIS








DAFTAR ISI

HALAMAN DAN JUDUL……………………………………………….....         
KATA PENGANTAR……………………………………………………....          
DAFTAR ISI………………………………………………………………...          

BAB I             PENDAHULUAN
            I. 1       LATAR BELAKANG...........................................................                       
            I. 2       RUMUSAN MASALAH…………………………………...                      
            I. 3       TUJUAN PENELITIAN……………………………...….....                      
            I. 4       METODE PENILITIAN……………………………………                      
            I. 5       SISTEMATIKA PENULISAN……………………………..                      

BAB II                        PEMBAHASAN
            II. 1     PELUANG BISNIS…..………………………………….....                       
            II. 2     ETIKA BERBISNIS………………………………………..                       

BAB III          PENUTUP
            III. 1    KESIMPULAN…………………………………………….            

DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN



I.1     LATAR BELAKANG

     
Mengapa kita harus melakukan sesuatu aktivitas bisnis? Pertanyaan seperti ini sering sekali kita jumpai di media cetak ataupun elektronik, karena zaman globalisasi ini, bisnis memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam perekonomian suatu negara. Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Pasifik tentunya mempengaruhi perkembangan ekonomi di pasar dunia, khususnya di Indonesia terutama di bidang bisnis, baik dalam skala mikro maupun makro, banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen domestik dan investor modal asing. Dilihat dari kompetisi pasar bisnis yang memanas belakangan ini, persaingan produk – produk yang memiliki kualitas yang berbeda memicu masyarakat untuk berpikir kreatif untuk menemukan sesuatu inovasi yang berbeda, dengan memanfaatkan peluang sekecil mungkin dengan usaha yang maksimal mungkin kita dapat bersaing dengan asing di pasar dunia. Bisnis juga bisa menjadi alternatif pilihan seseorang jika dia tidak memiliki kemampuan yang memadai, banyak masyarakat di Indonesia yang selalu berambisi untuk menciptakan bisnis, namun kenyataan jauh berbeda di masyarakat. Kenapa kita mesti takut untuk berbisnis jika kita tidak memiliki kemampuan atau skill yang memadai.
Tak hanya itu, banyak pemberitaan atau prediksi yang menyebutkan bahwa mereka yang berhasil adalah mereka yang mahir dan kuat dalam persaingan menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak yang mengatakan kompetisi pasar dunia sebagai lambang ketamakan. Padahal, perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang jauh lebih bebas dan menantang.. Karena di masa yang akan datang kemampuan untuk berkompetisi tidak ditentukan dari ukuran besar kecilnya suatu perusahaan. Maka dari itu, sudah saatnya dunia bisnis memiliki etika atau aturan untuk menciptakan aktivitas bisnis yang beretika karena di dalamnya terdapat keterkaitan antara kalangan atas dan kalangan bawah yang saling membutuhkan. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tidak akan pernah bisa diwujudkan.






I.2     RUMUSAN MASALAH

     11
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah yang dihadapi sebagai berikut:

-          Bagaimana kita memahami cara untuk memanfaatkan peluang bisnis
-          Bagaimana melaksanakan etika bisnis yang baik dan benar


I.3     TUJUAN PENELITIAN

Sesuai dengan permasalahan yang ada, tujuan dari penelitian ini adalah

-          Memenuhi tugas pengantar Pengantar Bisnis 1.
-          Memahami apa yang dimaksud etika bisnis.
-          Memahami cara memanfaatkan peluang berbisnis.

I.4     METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu mengumpulkan data – data dari segala sumber, baik dari internet maupun buku.

I.5     SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan meliputi:
-          BAB I (Latar belakang, Rumusan Masalah, Tujuan penelitian, Metode penelitian, dan Sistematika penelitian).
-     BAB II  (Pembahasan).
-     BAB III (Kesimpulan dan Daftar Pustaka)














BAB II
PEMBAHASAN


II.1    PELUANG BISNIS

Bisnis adalah kegiatan usaha yang terorganisasi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh konsumen dan bertujuan menghasilkan profit (laba), yang kemudian laba yang didapat dari penjualan tersebut digunakan untuk usaha meningkatkan laba atau perusahaan yang lebih besar lagi.
Menurut Griffin dan ebert (1996), “Business is an organization that provides goods or services in order to earn profit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktivitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar. Sedangkan bisnis menurut Gugup Kismono adalah proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh menfaat atau keuntungan.
 Dalam berbisnis sangat lah mudah karena kita tidak memerlukan skill atau kemampuan yang sangat memadai, namun dalam berbisnis yang dibutuhkan adalah sebuag ide kreativitas yang dimiliki oleh seseorang untuk membuat suatu inovasi tertentu pada sebuah produk yang dapat bersaing dengan pasar asing. Adapun berbagai pertimbangan mengapa kita harus melakukan bisnis, antara lain:
1.                  Wilayah peluang begitu luas
Maksudnya adalah dimana ketika suatu kondisi seseorang membutuhkan sebuah pekerjaan dan lowongan pekerjaan pun bisa dibilang sedikit, namun bisnis tetap memiliki peluang yang luas untuk di manfaatkan. Karena pada dasarnya berbisnis adalah untuk memenuhi apa yang diminta oleh konsumen, lalu konsumen pun mengganti dengan sejumlah uang. Maka muncullah rasa tolong menolong yang abstrak sifatnya.
2.                  Waktu kerja yang bisa diatur
Berbisnis tidak memiliki waktu yang sangat terikat, namun memiliki waktu yang relatif bisa disesuaikan dengan kita, karena dari bisnis yang dibutuhkan sebuah ide, jadi jika tanpa ada ide dan inovasi skill yang kita miliki tak ada gunanya.
3.                  Bebas dipilih oleh siapapun
Maksudnya adalah siapapun yang hendak melakukan kegiatan bisnis, tidak mengharuskan kita berasal dari syarat jurusan yang ditentukan oleh aturan tertentu. Karena bisnis lebih bersifat praktik ketimbang teoritis.
4.                  Tidak menyerah pada kegagalan
Pebisnis yang sukses adalah pebisnis yang terus mencoba pada satu kegagalan yang telah dialami sebelumnya, karena kunci dari keberhasilan adalah terus mencoba ketika usaha bisnis kita mengalami deadlock atau kegagalan.
5.                  Tak lekang oleh zaman
Berkembangnya suatu zaman yang diikuti oleh perubahan dinamika pada masyarakat. Namun, dalam dunia bisnis kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi, sebagai contoh kita dapat menemui bisnis online yang kini berkembang di zaman sekarang.
Kita juga dapat mengindentifikasi peluang bisnis yang ingin kita ciptakan. Dalam mengindentifikasi peluang bisnis, ada 2 tahap yang harus dilewati, yaitu:
Tahap pertama adalah dimana kita harus mendapatkan sebuah ide pemikiran atau gagasan. Pada tahap ini ada 4 tempat dimana kita bisa memperoleh ide atau gagasan, yaitu:
·         Diri sendiri
·         Pelanggan
·         Pasar
·         Produk yang gagal

            Tahap kedua dimana kita harus mengindentifikasi peluang bisnis berdasarkan ide atau gagasan yang telah kita dapatkan. Tahapan ini juga memiliki  4 langkah yang harus ditempuh secara berurutan, antara lain:
·         Analisa persoalan
·         Analisa situasi
·         Merumuskan wilayah yang tidak diketahui
·         Mensurvey pelanggan sasaran

Bisnis tidak hanya bermaksud memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen. Lebih dari itu, bisnis juga harus mampu menyediakan sarana – sarana yang dapat menarik minat dan perilaku membeli konsumen. Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa bisnis harus mencapai tujuan dalam mempertahankan operasinya. Secara umum, maksud dan tujuan bisnis sangat terkait erat dengan faktor – faktor berikut:
Ø  Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
Ø  Keuntungan usaha
Ø  Pertumbuhan dan perkembangan yang berlanjutan
Ø  Mengatasi berbagai risiko
Ø  Tanggung jawab sosial


II.2    ETIKA BISNIS

            Dalam berbisnis kita memerlukan sebuah etika atau aturan. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manager dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain (Dalimunthe, 2004).

            Dalam menciptakan etika bisnis, hal – hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
a.                  Pengendalian diri
Pelaku – pelaku bisnis diharapkan mampu menjaga diri mereka masing – masing dengan cara tidak menerima apapun dalam bentuk apapun dari siapapun. Hal ini disebabkan pelaku bisnis harus bisa melihat kondisi di masyarakat dan tidak mengambil jalan curang.

b.                  Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Dituntut untuk peduli dengan lingkungan masyarakat yang ada, bukan hanya dalam bentuk material melainkan dengan bentuk moriil. Dalam kondisi ini, pelaku bisnis harus bisa memanifestasikan tanggung jawab pada masyarakat.

c.                   Mempertahankan jati diri
Mampu mempertahankan keadaan dimana tidak digusar oleh informasi – infomasi miring kebenarannya. Namun, bukan berarti harus anti dengan teknologi melainkan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat dari transformasi kebudayaan.

d.                  Menciptakan persaingan yang sehat
Maksudnya adalah pelaku bisnis bukanlah cuma kita seorang, namun banyak pelaku bisnis di luar sana. Oleh karena itu, kita harus bisa bersaing sehat dengan pesaing untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produk yang dihasilkan. Jadikan lah pesaing sebagai mitra yang bisa menciptakan keragaman pasar.

e.                   Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan"
Pelaku bisnis dihimbau untuk tidak hanya memikirkan keuntungan sesaat yang diperoleh sekarang, tanpa memikirkan apa yang terjadi di waktu yang akan datang. Walaupun keuntungan yang besar mungkin saja diperoleh sekarang.

f.                   Mampu menyatakan yang benar itu benar
Pelaku bisnis dapat berlaku jujur tanpa memaksakan kehendaknya, walaupun ada “koneksi” dan memanfaatkan “kolusi” kepada pihak yang terkait.
           
g.                  Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis menghindari sifat – sifat ini, KKN yang merugikan negara bisa dikatakan sudah tidak ada.
           
h.                  Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan Pengusaha
Adanya sikap saling percaya antar golongan, yaitu golongan yang kuat dan golongan yang lemah, sehingga keduanya dapat berkembang secara bersama.

i.                    Konsekuen dan Konsisten dengan aturan main bersama
Ketentuan yang telah disepakati harus dilaksanakan agar terhindar dari “permainan curang” oknum yang melanggar aturan bersama.
           
j.                    Menuangkan ke dalam Hukum Positif
Perlunya proteksi kepada golongan pengusaha lemah karena kebutuhan tenaga dunia bisnis yang beretika dan bermoral sudah diharapkan oleh berbagai pihak.

k.                  Memelihara kesepakatan
Dengan memelihara kesepakatan yang telah disetujui, maka akan menimbulkan kenyamanan dan ketentraman dalam berbisnis.









            Beberapa prinsip – prinsip yang ada di dalam etika bisnis juga harus diperhatikan, karena memiliki keterkaitan tertentu, antara lain:
           
-          Prinsip otonomi
Perusahaan memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi misi yang dibuat oleh perusahaan tersebut..
-          Prinsip kejujuran
-          Prinsip tidak berniat jahat
-          Prinsip keadilan
-          Prinsip hormat pada diri sendiri




































BAB III
KESIMPULAN

      

Bisnis adalah suatu aktivitas dimana suatu perusahaan atau seseorang menciptakan sebuah nilai dari produk yang dibutuhkan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya guna memperoleh profit (laba), dimana profit (laba) tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha tersebut untuk menjadi lebih besar. Tidak hanya itu bisnis juga dibilang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat dijadikan alternatif pilihan untuk bekerja guna mendapatkan keuntungan. Kita sebagai pelaku bisnis harus pandai – pandai dalam memanfaatkan peluang sekecil apapun agar bisa bersaing dengan asing di pasar dunia di masa yang akan datang.































DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar