Kamis, 05 Januari 2012

INFLASI

Inflasi dan perekonomian indonesia sangat berkaitan. Apabila tingkat inflasi tinggi, sudah dipastikan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, diaman akan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.

JENIS INFLASI

Dalam ilmu ekonomi inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dalam pengelompokan tertentu, dan pengelompokan yang akan dipakai akan sangat bergantung pada tujuan yang hendak dicapai.
1.      Menurut Derajatnya
a.       Inflasi ringan:              <10%
b.      Inflasi sedang:             10%-30%
c.       Inflasi tinggi:               30%-100%
d.      Hyperinflasion:           >100%
Laju inflasi tersebut bukan suatu standar yang secara mutlak dapat menindikaikan parah tidaknya dampak inflasi bagi perekonomian di suatu negara.
2.      Menurut Penyebabnya

Demand Pull Inflation
·         Inflasi yang disebabkan oleh terlalu kuatnya peningkatan aggregate demand masyarakat terhadap komoditi hasil produksi di pasar barang. Dalam kasus jenis infalsi ini, kenaikan harga-harga barang biasanya akan selalu diikuiti dengan peningkatan output (GNP riil) dengan asumsi bila perekonomian masih belum mencapai kondisi full employment.
Cost Push Inflation
·         Inflasi yang dikarenakan bergesernya aggregate supply curve ke arah kiri atas. Dalam kasus cost push inflation kenaikan harga seringkali diikuti oleh kelesuan usaha.
3.      Menurut Asalnya

Domestic Inflation
·         Inflasi yang sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan pengelolaan perekonomian baik di sektor riil ataupun di sektor moneer di dalam negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakat.
Imported Inflation
·         Inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga-harga komoditi di luar negeri. Inflasi ini hanya dapat terjadi pada negara yang menganut sistem perekonomian terbuka.
Perkembangan Inflasi di Indonesia   
Seperti halnya yang terjadi pada negara-negara berkembangan pada umumnya, fenomena inflasi di Indonesia masih menjadi satu dari berbagai "penyakit" ekonomi makro yang meresahkan pemerintah terlebih bagi masyarakat. Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent ("kalau perlu uang, cetak saja"). Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan inflasi - akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, antara lain oleh karena Bank Indonesia masih punya misi ganda, antara lain sebagai agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas. Baru di zaman reformasi, mulai di zaman Presiden Habibie maka fungsi Bank Indonesia mengutamakan penjagaan nilai rupiah. Tetapi karena sejarah dan karena inflationary expectations masyarakat (yang bertolak ke belakang, artinya bercermin kepada sejarah) maka "inflasi inti" masih lebih besar daripada 5 persen setahun. Dapat dikatakan bahwa inflasi di Indonesia telah masuk dalam stadium awal dari hyperinflation.

Sumber-sumber inflasi di Indonesia
Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab timbulnya inflasi di Indonesia :
a.       Jumlah uang beredar
b.      Defisit Anggaran Belanja Pemerintah
c.       Faktor-faktor dalam Penawaran Agregat dan Luar Negeri
Pengendalian Inflasi di Indonesia
1.      Meningkatkan Supply Bahan Pangan
2.      Mengurangi Defisit APBN
3.      Meningkatkan Cadangan Devisa
4.      Memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sisi penawaran agregat
Perekonomian
Tanda-tanda perekonomian mengalami penurunan adalah tahu 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat memengaruhi iklim investasi di Indonesia. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimas datang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat yang wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.
Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanna dalam negeri telah bena-benar kondusif. Kebijakan pemerintah dalam pemberantasan terorisme dan pemberantasan korupsi akan sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar