Selasa, 12 April 2011

PEMBIAYAAN SYARIAH MINIM AMUNISI

Di saat Industri Perbankan syariah tengah berupaya mengejar ketertinggalan target pasar yang ditetapkan sebesar 5%, perhatian menjadi tertuju pada bisnis yang hampir 75% bergantung pada likuiditas perbankan. Bisnis pembiayaan syariah kini menjadi sorotan saat bank syariah dinilai ‘gagal’  mengejar porsi pasar yang ditargetkan.
            Saat ini skala perbankan syariah masih sangat kecil, hal ini membuat volume pembiayaan yang disalurkan lewat perusahaan multifinance syariah juga minim. Kendala lain adalah cost of fund yang lebih tinggi walaupun perbankan syariah sepenuhnya menyokong pendanaan multifinance syariah, namun dari sisi beban bunga tidak lebih murah dibandingkan bank konvensional.
            Bahkan dengan resiko yang rendah di bisnis syariah, pelaku industri pembiayaan syariah bisa mendapatkan profit yang lebih. Hal ini disebabkan dengan cadangan resiko yang disisihkan sebagai bagian dalam skema bisnis akhirnya tidak akan terpakai dan bisa dimasukkan ke dalam profit. Adapun faktor yang menjadikan pelaku industri ragu untuk masuk ke dalam bisnis ini adalah syarat transparansi dalam bisnis syariah.
            Selama di bisnis konvensional, taktik pricing dalam berpromosi serta pemberian  insentif dan reward system merupakan racikan bisnis yang hanya boleh diketahui oleh perusahaan. Sementara di bisnis syariah, segala transaksi hingga insentif semuanya dibuka secara transparan kepada konsumen.

SUMBER: Majalah Investor, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar