Rabu, 09 Januari 2013

OBLIGASI

Obligasi adalah surat berharga / sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dengan penerima jaminan (emiten). Contoh: BUMN, pihak swasta.
Ciri – ciri obligasi:
-          Mempunyai nilai pari (Pari Value / Face Value)
-          Adanya tingkat bunga (Coupon Rate) yang ditentukan berdasarkan prosentase tingkat bunga obligasi.
-          Adanya jatuh tempo (Maturitas), yaitu ketika perusahaan penerbit obligasi harus membayar sebesar nilai pari.
Macam – macam obligasi
a.       Debenture
-          Obligasi tidak dijamin dengan aktiva tertentu, namun oleh tingkat likuiditas.
b.       Sub – Ordinate Debenture
-          Mempunyai tingkat resiko tinggi karena diklasifikasikan berdasarkan siapa yang akan dibayar lebih dahulu jika perusahaan bangkrut.
c.       Obligasi pendapatan (Income Bonds)
-          Tidak dijamin dengan asset oleh perusahaan dan penerbit tidak mempunyai kewajiban membayar secara periodic.
d.       Obligasi Hipotik (Mortgage)
-          Dijamin dengan asset tertentu, jelas dan tidak bergerak.
e.       Call Provision
-          Dapat ditarik kembali dan disebutkan pada nilai berapa (Call Price). Dari sisi pemegang obligasi timbul ketidakpastian yang tinggi sehingga kompensasinya harus tinggi. Selisih antara Call Price dan nilai nominal disebut Call Premium.
f.        Sinking Fund Provision
-          Peraturan yang ditetapkan oleh lembaga berwenang untuk melunasi sebagian obligasi dalam waktu tertentu, sehingga perusahaan harus menyisihkan dana untuk membayar kewajiban tersebut. Hal ini disebut Sinking Fund.
g.       Junk Bond
-          Obligasi yang berkualitas rendah dan tidak memakai jaminan. (dalam rangka mengambil alih perusahaan melalui Leverage Buy Out)

h.       Quilt Edge Bond
-          Obligasi yang berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah terbukti kemampuannya dalam mendapatkan laba yang relatif besar serta membayar bunga secara konsisten tanpa interupsi.
i.         Serial Bond
-          Obligasi yang jatuh temponya terjadi secara periodic.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar